Hikmah Mina: Mengenal 'Musuh' Kita

10 Zulhijjah sudah sangat kita kenal sebagai Hari Raya Idul Adha, Hari Raya Qurban atau Hari Raya Haji.  Namun bagi orang yang sedang menjalankan ibadah haji, salah satu kegiatan pada tanggal 10 Zulhijjah ini adalah melontar/ melempar salah satu jumroh, yaitu jumroh Aqobah.  Tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijjah, yang kita kenal sebagai hari tasyrik, dianjutkan dengan melontar jumroh Ula, Wusto dan Aqobah.

Melontar/melempar jumroh merupakan salah satu dari enam hal wajib haji: (1) Ihrom haji dari miqot, (2) mabit/bermalam di Mudzalifah, (3) mabit di Mina, (4) melontar jumroh, (5) menghindari perbuatan terlarang dalam keadaan ihrom dan (6) thawaf wada’ bagi yang akan meninggalkan Mekkah.  Wajib haji, sebagaimana namanya wajib, harus dilakukan. Jika karena satu dan lain hal tidak dapat melaksanakan wajib haji, status haji nya tetap sah namun wajib membayar denda/dam.  Berbeda dengan rukun haji, apabila ada salah satu rukun haji yang tidak dapat dilaksanakan maka haji nya tidak sah.  Rukun haji terdiri dari (1) Ihrom (niat), (2) Wukuf di Arofah, (3) Thowaf ifadhoh, (4) Sa'i yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara bukit Sofa dan Marwah, (5) Tahalul yaitu menghalalkan perbuatan yang dilarang selama berihrom dengan cara mencukur rambut setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai, dan (6) Tertib, melakukan sesuai urutan. 

Melontar jumroh, selintas, terlihat ‘sepele’ karena 'hanya' melemparkan batu-batu kecil (batu kerikil) ke tiang (jumroh) yang telah ditentukan di daerah Mina, sekitar 7 kilometer dari kota Mekkah. Namun kalau kita gali, hikmahnya sangat mendalam yaitu simbolisasi untuk menundukkan keingkaran sifat-sifat setaniyah.  Dari sejarah, kita bisa belajar bahwa lemparan batu sampai tujuh kali itu dilakukan oleh Nabi Ibrahim kepada setan yang membujuknya untuk membatalkan ujian Allah - mengorbankan Ismail.  Sebuah 'pertarungan' antara sifat-sifat malakiyah dan setaniyah di dalam diri.

Dalam hal menggoda manusia, setan memang expert, sangat ahli. Mereka sudah ada sejak jaman Nabi Adam bahkan sebelumnya sehingga sudah jadi super specialist.  Pada 11 Zulhijjah 1438H yang bertepatan dengan 2 September 2017, kami berkesempatan menyimak tausiah Dr Muhammad Syafii Antonio (MSA) di Mina.  Tema yang diangkat, relevan dengan “Mina” yaitu mengenai setan.  Dalam menggoda dan menjerumuskan manusia, setan mempunyai the main objectives (tujuan utama) dan strategi yang mumpuni dengan job description yang spesifik. 

Kita urai apa job description mereka.  Pertama, khanzab namanya.  Job description nya antara lain menjadikan shalat tidak khusus, ingat hal-hal lain diluar shalat, lupa sudah rakaat shalat dan sejenisnya. Itulah mengapa ketika shalat berjaamah, imam – sebelum memulai sholat – meminta ma’mum untuk meluruskan dan merapatkan shaf. Hal ini sebagai benteng dari ‘serangan’ khanzab.  Shalat munfarid atau shalat sendirian sasaran empuknya, karena ‘benteng’ pertahanan tidak sekuat berjamaah.

Kedua, laknis dan walhan nama setannya.  Job description nya ‘mengutak-atik’ perut orang yang sudah berwudhu ketika akan shalat, menggoda orang yang sudah bersuci.

Ketiga, setan yang punya job description menggoda di rumah.  Tujuannya menjadikan rumah ‘gersang’ dan tidak islami sehingga malaikat enggan menghampiri rumah.  ‘Gersang’ dari membaca Al Qur’an sehingga rumah ‘laksana’ kuburan.  Nama setannya dasim.

Keempat, setan yang mempunyai ‘tugas kerja’ menggoda para nabi dan pewaris para nabi (ulama).  Abyad namanya. Setannya sangat jahat dan punya keahlian tingkat tinggi karena yang digodanya mempunyai kategori ilmu dan amal yang tinggi pula.

Kelima, zalanbur nama setannya.  Job desc-nya ‘nempel’ pimpinan proyek (pimpro), bendahara proyek, pemegang APBN/APBD, pasukan tender, supplier supaya mengurangi bestek, mengurangi spesifikasi, mengurangi timbangan.  Menggoda orang takut fakir, tidak mau sedekah.  Intinya, berkaitan dengan ekonomi.

Keenam, setan yang punya job description mendekati orang yang kena musibah, baghtor namanya.  Tugasnya menggoda orang yang kena musibah agar tidak terima dengan musibahnya, putus asa.

Ketujuh, setan yang bertugas dalam kemaksiatan, mesum, perzinaan.  Clear, tugas setan ini menjerumuskan manusia kepada hal-hal tersebut.  Al-awar namanya.

Kedelapan, setan yang suka menjadikan kita lupa saat pengajian, suka forward hoax atau info yang belum valid, menyebarkan informasi bohong, seneng bergosip. Namanya mathus.

Dengan berbekal sekitar delapan job desc tersebut, mereka - paling tidak - mempunyai 5 the main objectives yaitu :

  1. Membawa kemusyrikan dan kekafiran.  Musyrik, menyekutukan atau ada tuhan-tuhan lain selain Allah.  Kafir, keluar dari Islam.  Jika tidak berhasil untuk mencapai tujuan ini, mereka turun ke objective kedua.
  2. melakukan dosa-dosa besar (Al kabair).  Dosa-dosa besar diantaranya membunuh, berzina, berjudi, menjadi saksi palsu, sumpah palsu, minum khamr (minuman keras), riba, membenarkan ahli nujum.  Apabila masih juga belum berhasil, mereka akan menuju tujuan yang ketiga. 
  3. melakukan dosa-dosa kecil yang diulang-ulang dan sering.  Membujuk manusia melakukan dosa-dosa kecil dan menganggapnya enteng.  Jika masih belum bisa juga digoda, lanjut ke tujuan keempat.
  4. Menganggap baik hal-hal yang buruk atau memandang indah perbuatan buruk.  Belum berhasil juga, mereka tidak akan pernah berhenti, lanjut ke tujuan kelima.
  5. Memperbanyak hal-hal yang mubah. Counter-attacknya, kita harus mengubah kebiasaan kita dengan mengisi waktu oleh hal-hal yang wajib dan sunnah.

Walaupun setan mempunya strategi dan konsep yang lengkap dalam menggoda manusia, ternyata setan tidak memiliki kekuatan sedikitpun dihadapan orang yang IKHLAS.  Kunci ini bisa kita lihat di dalam Surat Al Hijr ayat 39-40:  "... kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka".


Wallahu a'lam bishowab.
Bogor, 10 Zulhijjah 1441/31 Juli 2020

Tidak ada komentar untuk "Hikmah Mina: Mengenal 'Musuh' Kita"