Berlari dari Wabah dengan Dzikir dan Sedekah

Ikhtiar duniawi atau bisa kita katakan ikhtiar secara kedokteran dalam menghadapi wabah pandemi sudah sering kita dengar yaitu:  hidup sehat, makan makanan bergizi, olahraga, physical distancing, mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir, menggunakan hand sanitizer, disinfekatan dan lain-lain.  Hal itu memang harus kita lakukan sebagai bentuk ikhtiar terbaik kita.

Jangan lupakan “ikhtiar langit”.  Kalau kita lihat selintas, ikhtiar jenis ini seolah tidak berkaitan langsung dengan pencegahan wabah.  Namun boleh jadi, “ikhtiar langit” inilah yang dominan dalam mencegah kita dari wabah. Pertama, SEDEKAH. Hikmah sedekah sangat banyak. Salah satunya adalah terhindar dari bala bencana.  Hal ini bisa kita lihat dari hadits Nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wassalam yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi: “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah."

Kedua, DZIKIR. Secara umum, dzikir ada dua jenis. Dzikir muqoyyad dan ada dzikir mutlak.  Dzikir muqoyyad adalah dzikir yang terkait dengan sesuatu.  Misal, dzikir sesudah sholat, dzikir pagi, dzikir petang, dzikir/doa masuk masjid.  Sedangkan dzikir mutlak adalah dzikir yang tidak terkait dengan sesuatu, mengingat Allah disetiap saat, setiap kesempatan.  

Kita ambil contoh dzikir pagi dan petang.  Ada cukup banyak dzikir/doa meminta perlindungan dari penyakit dan marabahaya pada dzikir pagi dan petang ini, diantaranya :

  • Allahumma ‘aafini fii badani …(Ya Allah, selamatkan tubuhku dari penyakit yang tidak aku inginkan),
  • Allahumma inni as alukal afwa wal aafiyah… (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan…..)
  • Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syaiun fil ardli walaa fissamaai, wahua samii’un ‘aliim (dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan di langit tidak akan berbahaya, Dialah Yang Maha Mendengan, Maha Mengetahui)
  • A’uudzu bikalimatillaahi taammati min syarri maa kholaq (aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan mahluk yang diciptakan-Nya).

Rasanya tidak salah, jika kita coba menengok solusi dzikir dan sedekah untuk menghindari wabah pandemi ini. Jika dikatakan oleh Rasulullah bahwa kita harus berlari dari wabah sebagaimana kita lari dari singa, maka ini tidak hanya kita maknai agar kita menghindar sejauh-jauhnya dari wabah tersebut, akan tetapi juga, selayaknya kita berlari dari wabah tersebut dengan memperbanyak dzikir dan sedekah.

Insya Alloh, dengan kita menjalankan solusi-solusi tersebut, Alloh ta'ala akan menyelamatkan kita dari wabah pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia saat ini.

Wallahu a'lam bishowwab.


Tidak ada komentar untuk "Berlari dari Wabah dengan Dzikir dan Sedekah"