Melestarikan LAMIN, Salah Satu Kekayaan Bangsa


Oleh : Kak Yeni


Borneo atau kita kenal dengan sebutan Kalimantan, adalah pulau dengan banyak kekayaan. Sumber Daya Alam seperti hutan, batu bara, minyak, emas dan kekayaan alam lain, menjadikannya salah satu pulau andalan. Yang tidak kalah menarik ialah, Kalimantan memiliki beragam budaya sebagai aset negara.
Kali ini saya ingin mengajak kita “berwisata” mengenal salah satu keunikan Kalimantan di wilayah Kalimantan Timur tepatnya di Kabupaten Kutai Barat (KUBAR).

Kutai Barat merupakan wilayah pemekaran Kabupaten Kutai yang secara resmi berdiri pada 4 Oktober 1999. Ibukotanya bernama Sendawar dan telah memiliki bandara sendiri yang mulai beroperasi pada 17 Juli 2014 dengan nama Melalan (Wikipedia). 




Lalu kekhasan apakah yang bisa kita temukan di Kutai Barat?
Salah satunya ialah situs atau Cagar Budaya yang kerap menjadi tujuan wisata turis domestik maupun manca negara yakni LAMIN.

Lamin ialah rumah adat suku Dayak berbentuk rumah panggung. Terbuat dari bahan baku kayu dan rotan, bentuknya lurus memanjang dan terdiri dari ruang atau kamar-kamar. Panjangnya bisa mencapai 300 meter dengan lebar umumnya sekitar 15 meter. Karena panjang dan besar, Lamin muat untuk 12 – 30 keluarga atau sekitar seratus penghuni.
Lamin paling terkenal ialah Lamin Tolan karena telah berumur sekitar dua ratus tahun dan masih terjaga keunikan serta keasliannya. Terletak di Kampung Lembing, Muara Tawa. 



Lamin yang saya kunjungi letaknya di Pepas Eheng Kecamatan Barong Tongkok KUBAR. Masyarakat Dayak juga menyebutnya sebagai Lou atau rumah adat. Lamin tersebut sampai saat ini dihuni sebagian warga suku Dayak Banuaq yang telah meninggalkan budaya nomaden. Selain sebagai tempat tinggal, Lamin juga berfungsi sebagai rumah adat untuk melaksanakan berbagai ritual kepercayaan. Salah satu upacara tradisional yang masih kerap dilakukan ialah Belian Sentiau.



Nah untuk sampai ke lokasi situs Lamin Pepas Eheng, dari Jakarta atau wilayah lain menuju bandara M. Sulaiman Sepinggan, Balikpapan. Kemudian kita bisa menggunakan kendaraan pribadi atau naik travel dari Balikpapan sekitar dua belas jam ke Sendawar sebagai ibukota KUBAR.


Namun karena sejak 2014 telah ada bandara di KUBAR, maka jarak tempuh yang sangat jauh tersebut bisa dipangkas melalui jalur penerbangan hanya sekitar tiga puluh menit saja.
Dari Sendawar menuju Kecamatan Barong Tongkok lanjut ke lokasi, membutuhkan waktu sekitar satu jam. Jalanan lebar dan mulus serta selingan keberadaan perkebunan karet menuju Pepas Eheng, membuat perjalanan terasa menyenangkan. 




Yukkkkk kenal dan lestarikan aneka ragam kekayaan budaya Indonesia sebagai warisan luhur bangsa.

"Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita,siapa lagi.”


Belum ada Komentar untuk "Melestarikan LAMIN, Salah Satu Kekayaan Bangsa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel