STOP PLEASE, LET YOUR CHILD GROW UP




If you are delivering your child's forgotten lunch, books, homework, shoes, instruments, etc.,  please TURN AROUND AND LEAVE.

Your child will learn to solve problems and take responsibility for the consequences in your absence. Thank you.




#yuk nikmati multimedianya sambil baca 

Ehm, cung, siapa aja yang pernah terpaksa harus kembali ke sekolah atau meminta seseorang datang ke sekolah, khusus untuk mengantar barang-barang anak yang tertinggal?
Banyak pastinya ya 😁

Dengan alasan apapun, sadarkah kita, bahwa tindakan tersebut bukan hanya membantu  anak di satu hari itu saja, tapi sekaligus memberi masalah pada anak di masa yang akan datang.

Kok gitu?

Iya gitu, karena, saat orang tua terus pasang badan untuk setiap masalah dan kelalaian yang dilakukan oleh anak, di setiap saat itulah, anak akan terlatih untuk mengabaikan hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya.

Kenapa? Karena anak melihat dan belajar, akan ada orang lain yang selalu siap menjadi "pelampung" saat dia menghadapi masalah, saat dia sengaja atau tidak, lupa melakukan tanggung jawabnya.
Bila hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin sikap abai terhadap tanggung jawab ini akan terbawa sampai dewasa nanti.

Kita gak mau kan, anak- anak kita tumbuh menjadi seseorang yang tidak mampu menyelesaikan masalah dan tidak mengenal tanggung jawab...

Karena itulah, seperti  himbauan yang tertulis di pagar salah satu sekolah tersebut, biarkan anak-anak kita belajar mengatasi masalah mereka, biarkan mereka tahu bahwa ada konsekwensi dan tanggung jawab dari setiap perbuatan mereka.

Berat memang, apalagi kalau kita ingat,
"duh, kasian, anak kita begadang nih bikin pr nya, eh ketinggalan"
"nanti anak makan siangnya gimana, ini bekelnya ketinggalan"
"kaus ini kan yang mau dipake latihan hari ini, malah ketinggalan"

Belum lagi bila ada pihak ketiga alias barisan kakek dan nenek, yang dengan alasan "sayang", justru menuntut kita untuk selalu menjadi "pelampung" bagi anak-anak kita.

Di sini, bukan hanya anak yang perlu belajar, tapi kita sebagai orang tua pun belajar.
Belajar tega, belajar menutup mata dan telinga dari komentar-komentar pihak ketiga, belajar mengeraskan hati, belajar memberi kesempatan pada anak kita untuk belajar arti konsekwensi dan tanggung jawab.

So, mari kita saling menguatkan untuk jadi "mamah si raja tega" atau "bapak yang gak kasian sama anak", karena kita tahu, "kekejaman"  kita berada di jalur yang benar.

Jalur yang akan berujung pada seseorang yang tumbuh dewasa dan mampu mengatasi setiap masalah yang dihadapi dan mengenal arti tanggung jawab.


#see you in another story ❤&☕

Belum ada Komentar untuk "STOP PLEASE, LET YOUR CHILD GROW UP"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel