KELUARGA KUKUH, NEGARA TANGGUH

Oleh : Kak Yeni

Selamat Hari Anak Indonesia 2019!
Tanggal 23 Juli ditetapkan pemerintah sebagai Hari Anak Indonesia. Keseriusan negara memperhatikan anak-anak diwujudkan dengan keikutsertaan Indonesia dalam menyepakati Konvensi Hak Anak (KHA) ditindaklanjuti dengan ketetapan Undang-Undang RI No. 35 tahun 2014 bahwa pemerintah mengatur tentang segala sesuatu terkait Perlindungan Hak Anak (PHA).

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sebagai salah satu institusi negara yang menyusun program serta melaksanakan berbagai upaya untuk memberikan perlindungan anak, mendorong serta menguatkan partisipasi seluruh komponen masyarakat terutama keluarga.

Itu sebababnya peringatan HAN tahun ini berusaha melibatkan partisipasi keluarga agar semakin maksimal dalam upaya memenuhi hak serta memberikan perlindungan terhadap anak.

Tema HAN 2019 adalah Peran Keluarga Dalam Perlindungan Anak.
Adapun subtema ialah Perkuat peran keluarga dalam berbagai upaya untuk pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak; mewujudkan pengasuhan yang berkualitas serta berbasis hak anak yang dimulai dari keluarga.

Mengapa partisipasi keluarga sangatlah penting?
Sebab keluarga adalah lembaga pertama dan utama yang dikenal anak. Keluargalah yang mula-mula mengedukasi anak tentang berbagai pengetahuan serta pengalaman hidup. Melalui keluarga, anak juga mendapatkan bekal spiritual serta nilai-nilai moral yang akan membentuk karakter anak sepanjang hayatnya.



Selain itu, keluarga merupakan komunitas pertama di mana anak menerima pemenuhan hak sekaligus perlindungan secara holistik.

Patut disayangkan bahwa hingga saat ini masih banyak keluarga yang belum menjalankan fungsi serta tanggung jawabnya secara maksimal dalam memperhatikan tumbuh kembang serta keberlangsungan hidup anak.

Anak diperhadapkan dengan berbagai isu yang mengancam hidup serta masa depannya.
Misalnya: Keluarga terutama orangtua kerap memperhatikan anak dengan cara yang tidak tepat dengan mengijinkan anak mempunyai gadget padahal belum saatnya sehingga menjadi candu gagdet.
Anak kerap menjadi korban sebagai obyek eksploitasi untuk turut menafkahi keluarga. Bahkan tak jarang anak mengalami kekerasan justru dalam keluarganya sendiri.

Belum lagi berbagai permasalahan lain seperti gizi buruk, anak candu narkoba, anak terpapar LGBT maupun radikalisme.

Semoga ulasan singkat terkait HAN tahun ini menjadi refleksi kita bersama. "Pekerjaan rumah" kita sebagai orangtua dalam keluarga sangat kompleks.

Sebagai warga Taman Bunga yang menyayangi keluarga, semoga kita dimampukan untuk semakin memaksimalkan pengasuhan anak dengan penuh kasih sayang.



Kiranya kita dimampukan menjadi keluarga yang kukuh dalam mempersiapkan anak sebagai generasi masa depan penerus bangsa. Ketangguhan sebuah negara berawal dari kukuhnya keluarga sebagai komunitas terpenting anak.

2 Komentar untuk "KELUARGA KUKUH, NEGARA TANGGUH"

  1. Yap, anak adalah generasi penerus bangsa, penentu akan seperti apa negara ini kedepannya nanti. Sudah sepatutnya anak-anak selalu mendapatkan hal hal yang terbaik untuk memastikan ia tumbuh dan berkembang menjadi seseorang yang baik dan berguna juga untuk yang lainnya.

    BalasHapus
  2. dan rumah adalah sekolah pertama buat anak

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel