Benarkah Sulit Menghadapi Anak Beranjak Dewasa ???



sumber: tribunnews.com




Assalamualaikum Ibu-Ibu..., 


Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang apa yang saya rasakan dalam mendidik anak yang beranjak dewasa. Siapa tahu ada ibu-ibu lain yang bisa sharing juga yaa menjadikan kita semakin lebih baik dan baik lagi dalam mendidik anak-anak kita..


Anak beranjak dewasa?  Duh he is not my baby anymore.....mungkin ada banyak yang mengatakan seperti itu saat anak udah mulai risih dipeluk Ibu, dimanja dan disayang-sayang...


Yaa saya merasakan hal itu ...memasuki usia belasan merupakan saat ketika seorang anak beranjak menjadi remaja dan merupakan momen yang menantang bagi saya. Saya merasa anak mulai lebih kritis dan mendebat saya selaku ibu apalagi perihal konsistensi, serta tidak selalu menurut apa yang kita sampaikan . 



Saat-saat seperti ini hormonal sangat berperan besar.  Terjadinya perubahan hormon yang drastis menjadi berdampak pada adanya mood pada sang anak. Emosinya kadang tenang, kadang salah bicara sedikit langsung berubah menjadi murung, atau marah-marah.  Namun jangan khawatir ...ternyata setelah saya banyak membaca ini merupakan proses yang alamiah, namun tentunya tidak juga untuk kita abaikan ya Ibu-Ibu...tetap perlu perhatian dari diri kita untuk mengenal tahapan tersebut.  Ternyata masa pubertas merupakan masa tantrum kedua,  bila kita sudah terbiasa melewati masa tantrum pertama pada saat anak kita balita nah ketemu lagi dengan proses ini tantrum kedua dimana emosi kerap mendominasi.


Setelah mencari informasi ternyata ada beberapa hal yang dapat kita lakukan yaitu:


1. Dengarkan pendapat 


Anak-anak kita ternyata sudah beranjak dewasa.  Mereka sudah semakin pintar, saat berbicara fokuslah  dan tatap mata mereka.  Nah pengalaman saya nih pernah saya sambil kerja dan anak saya datang minta diskusi,  karena merasa sedang menyelesaikan pekerjaan mata saya tetap menatap laptop tetiba kemudian dia protes dan langsung marah. 


Saat itu menjadi pembelajaran bagi saya .

2. Perbanyak diskusi dan berbicaralah dua arah


Libatkan mereka dalam setiap pengambilan keputusan yang menyangkut tentang dirinya,  saya memulainya dari hal kecil.  Masalah ujian , masalah les , dan masalah melanjutkan pendidikan setelah tamat SMP .  



3. Didiklah anak kita sesuai dengan jamannya , Karena mereka hidup bukan di jamanmu 


Saya mengambil quote dari Sahabat nabi Ali Bin Abi Thalib,  dari quote ini saya belajar bahwa terkadang para orang tua masih suka membayangkan saat jaman kita dulu di usia ini kita ga begini,  kita ga begitu ...Nah ternyata agama islam saja menyarankan kalo pola asuh anak jangan otoriter dan perlu penyesuaian di segala hal. 


Salah satunya adalah gadget ...hal yang saat jaman kita dulu belum ada , namun saat ini permasalahan sebagian banyak orang tua adalah gadget.  Anak terlalu fokus dengan dzikir masing masing ...hehe yaitu fokus dengan gadgetnya.  


Jujur saja bagi saya ini merupakan hal yang membuat kita serba salah sebagai orang tua, dilarang gak bisa karena ingin anak juga melek teknologi, tidak dilarang kuatir dengan kecanduan gadget.  


4.  Perlakukanlah anak sebagi sahabat 

Ini juga masih pengajaran dari Ali Bin Abi Thalib yang menyarankan pola asuh anak usia 15 s.d 21 tahun yaitu menjadikan anak sebaai sahabat.  Sulit pastinya tentunya bagi kaum Ibu karena selalu merasa kekhawatiran yang tinggi , selalu memandang mereka masih anak2 , duh baru kemarin kayanya belajar jalan sekarang udah masuk SMA aja,  duh jangan cepet2 besar yaa nak,  Ibu gak mau pisah ,...dan masih banyak lagi ungkapan-ungkapan seorang Ibu yang mengungkapkan begitu sayangnya pada anak anak kita. Namun terkadang kita melewati garis tersebut dan menganggap mereka masih kecil ......

Nah buat saya ini sangat membantu saya , berat memang karena setiap Ibu pastinya menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya yaa...
Bismillah dan tetap semangaat yaa Ibu-Ibu ....




Belum ada Komentar untuk "Benarkah Sulit Menghadapi Anak Beranjak Dewasa ???"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel