PPDB SMA 2019

Assalamualaikum Wr. Wb






Awal Tahun Ajaran Baru...hmmm bagi yang memiliki anak memasuki sekolah jenjang selanjutnya hal ini pasti tidak asing terutama buat MakChan...yess termasuk saya diantaranya yang tahun ini memiliki pengalaman yang harus saya shared.  Kenapa dishare?  karena ada beberapa pemikiran yang ingin saya sampaikan dan saya tuliskan panjang x lebar. Karena status sosmed terbatas maka pilihan menulis di blog sepertinya pilihan tepat.  Ok dan ini lah pengalaman PPDB SMA 2019.


Sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Barat No. 25 Tahun 2019 sebagai Perubahan Gubernur No.16 Tahun 2019 mengenai Pedoman Peserta Didik Baru (PPDB) pada SMA, SMK dan SLB.  Penerapan sistem penerimaan berdasarkan 3 Jalur yaitu jalur zonasi (905), jalur prestasi (5%) dan jalur perpindahan (5%).  Jalur zonasi merupakan persentase terbesar namun terbagi lagi menjadi zona jarak (75% dengan diantaranya KETM dan ABK 20%) dan zona kombinasi (15%).


Disini sudah terlihat bahwa nilai akhir atau NEM siswa bukanlah sesuatu yang diprioritaskan, 15% dari keseluruhan melalui jalur kombinasi. Bila sebuah SMA Negeri daya tampung total sekitar 368 siswa berarti kuota jalur zona kombinasi sekitar 47 siswa, jalur zona jarak 174 siswa dan sisanya dari jalur lain.  PPDB dibuka dari 17 Juni sd 22 Juni 2019 .  Sosialisasi PPDB 2019 banyak dilakukan di sekolah2 SMP serta di website PPDB dan media sosial.


Dengan sistem yang telah ditetapkan tersebut pastinya semuanya mempersiapkan berkas persyaratan dsb. Hari pertama 17 Juni 2019,  no antrian sudah dibagikan sejak pukul 03.30 pagi ..alhamdulilah dapet No 1 ( ya iyaalaah begadaang gituu loh menunggu satpam bagikan antrian).  Ba'da subuh antrian udah mengular meliuk liuk ( agak hiperbola sih ini kalimat hehe ) ..yg pasti antrian memang memanjang.  No antrian perhari dibatasi 450 pendaftar dan pukul 08.00 pagi pun sudah ludess semua no antrian tersebut.


Pukul 07.30 teng tepat waktu pendaftaran dimulai,  No antrian 01 sd 50 masuk ke ruangan Aula dan menukarkan no antrian sesuai dengan jalur yang diambil lalu mengambil formulir pendaftaran serta surat pernyataan orang tua.  No antrian dtukarkan dengan no antrian sesuai jalur yg kita ambil , kemudian masuk ke ruangan sesuai jalur masing-masing untuk verifikasi berkas. Setelah selesai verifikasi berkas masuk ke ruang input data online.  Setiap pendaftar diberikan 1 lembar konfirmasi bahwa pendaftaran telah selesai dilakukan.  Alhamdulilaah selesai ....


Belum sampai  24 jam , ketika cek PPDB online ..mulaii deh sport jantung, dag dig dug rasa jatuh cinta pandangan pertama ...lebay eh.  Ke-PD-an dengan jarak 2 km belum menjadi kepastian siswa diterima di sekolah tersebut bilamana banyak pendaftar lainnya jauh lebih dekat ke sekolah tersebut...alhasil di hari pertama saja jarak 2500 m melorot jauuuh diatas 100...ok dengan kuota 174 siswa jalur zona jarak hal ini tentunya membuat MakChan lemesss, apalagi yang belum daftar yaaa dan udah merasa jarak rumahnya 5km up.


Ada beberapa hal mengenai PPDB 2019 ini yang menurut saya sebagai warga Prov Jawa Barat ingin memberikan pendapat dan masukan :

1.  Sistem zonasi ini baik karena dengan sistem ini meniadakan sekolah  favorit yang dikejaar semua orang bahkan mungkin dengan jalan apapun

2.  Sistem zonasi memberikann kesempatan bagi siswa siswi yang berada dekat sekolah tersebut mendapat kesempatan masuk sehingga tidak selalu SMA deket rumah tapi yg belajr disini malah      dari yang rumahnya nun jauh disana
         
3. Sistem zonasi akan memberikan kesempatan bagi setiap sekolah untuk memberikan yang terbaik dengan catatan rolling guru berprestasi dan guru yang berpengalaman dilakukan sehingga memberikan kesamarataan di Sekolah Negeri                       

4. Sistem ini tidak mampu mengakomodir siswa siswi berprestasi (nilai UN yang tinggi) untuk masuk ke sekolah yang dikehendakinya bilamana jarak langsung terkalahkan oleh siswa siswi yang rumahnya berdekatan dengan sekolah tersebut, memang ada alokasi kuota jalur zona kombinasi namun sangatlah kecil 15% dari 90%             
                
5.  Sebaiknya dikaji ulang dan ada perbaikan tahun selanjutnya dimana sistem online, internet dan zaman milenial ini dengan berbagai banyak kemudahan dapat dibuat oleh pemerintah sehingga          memudahkan masyarakat dalam melakukan pendaftaran siswa. Sebaiknya verifikasi berkas dilakukan setelah pendaftaran online terlebih dahulu sehingga no antrian dan jadwal pendaftaran dapat dibuat sebagaimana pendaftaran passport, visa dsb             .       

6. No antrian yang dibuka pada dini hari menjadi sesuatu yang baik karena bila ingin cepat ya datanglah paling awal namun seyogyanya hal ini bisa lebih diatur dan diperbaiki kedepannya.

               
Semoga PPDB 2020 lebih baik lagi yaaa....siap2 yang punya anak tahun depan yaaaa :) :)


ok sekiaan curhatan in the morning sayah ..feel free yaa untuk komen dan sharing :)




Wassalamualaikum Wr Wb


https://ppdb.disdik.jabarprov.go.id/

5 Komentar untuk "PPDB SMA 2019 "

  1. Nuhun infona mama gavin....makasih nih..bu ibu taman bunga..jd smangat nge blog..mantaff

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama Pak ...semoga bermanfaat yaa

      Hapus
  2. Gaya penulisan , isi tulisan dan ending tulisannya, Ewowww...banget, bacanya ringan dan informasinya jelas, patut diacungi dua Jempol deh Buat Bunda Gavin. πŸ‘πŸ‘πŸ˜†

    Bunda Gavin ini, blogger jugakah ? yuk' gabung di blog saya...siapa tahu dapat inspirasi buat ngblog, hahaha...#ngarepdotcom.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih Kang Nata, salam kenal...dulu suka nge blog , alhamdulilah ini baru kembali ke jalan blogger lagi disemangati Pak Anton :) :) ....aasiaaap kang ..mari menulis

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel