N.G.O.P.I

NGOPI
OPATAN COFFEE

Pernahkah anda mengalami saat anda lewat di depan rumah tetangga ditawari kopi, dan yakinkah anda bahwa tawaran tersebut berarti segelas kopi pasti akan tersaji. BELUM TENTU

Ajakan ngopi identik dengan ngobrol karena saat menikmati secangkir kopi panas, saat itu pula lidah kita seperti mahir berolah kata. Kok bisa?

Tubuh kita setiap hari butuh asupan kafein yang dapat memacu kerja jantung kita, coba bayangkan kalau seandainya asupan kafein kita kurang apa yang akan terjadi dengan jantung kita sebagai pemompa sirkulasi darah ke sekujur tubuh kita.

Untuk penikmat kopi bila sehari tak mencecap secangkir kopi bakal terasa tersiksa. Kopi bagaikan belahan hidup selain kekasih. Bahkan kadangkala melebihi kekasih. Type ini adalah pengkopi melankolis. Teruntuk dia kopi menjadi ruang privat yg terintim. Kala senang atau duka ruang peraduan dia ialah si hitam legam. Tanpa kekasih kita bisa tersendu-sendu. Tapi tanpa kopi kita tak punya pemahaman atau arti kesenduan itu sendiri.

Layaknya seorang kekasih, kopipun memiliki banyak karakter dan kriteria bagi peminangnya. Tak ayal banyak penikmat kopi dibuat penasaran oleh kopi itu sendiri.

Memilih kopi yg cocok dengan lidah kita memang membutuhkan waktu karena kopi banyak sekali keunikannya. Tak jarang kita menemukan orang menyukai beberapa jenis kopi sebagai kekasihnya.

Apapun jenis kopi yg kita cecap, ada banyak cerita dan memori didalamnya. Cerita dari peluhnya petani kopi dan memori dikala kopi menjadi sandaranmu.

Jadi kalau ada ajakan ngopi dari tetangga atau kerabat, jawablah dengan yayayayaaaaa...

Penulis

OPATAN COFFEE

2 Komentar untuk "N.G.O.P.I"

  1. Muantaf kopi opatan p guru...tp yg paling saya suka avocado nya :),mak nyus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang mantab buat saya mah.. pa erte sudah mulai menulis... hahahaha... makin seru...

      Kalau bossnya udah semangat, seharusnya yang lain juga semangat yah

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel