BULLYING DI SEKITAR KITA


Apa itu BULLYING?? Kayaknya kita udah gak asing lagi dengan istilah itu ya....
Definisi kata BULLYING menurut Tim Penyuluh Hukum Pusat Penyuluhan Hukum Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM RI Tahun 2010 adalah 
 “bentuk intimidasi fisik ataupun psikologis yang terjadi berkali kali dan secara terus-menerus membentuk pola kekerasan”


Dan biasanya (kejadian terbanyak) bullying dialami oleh anak-anak dan remaja di sekolah, sehingga muncul istilah SCHOOL BULLYING yang diartikan sebagai “perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang oleh seorang/sekelompok siswa yang merasa memiliki “kekuasaan”, terhadap siswa/siswi lain yg dianggap lebih lemah, dengan tujuan menyakiti orang tersebut”.

Yang perlu kita ketahui, ada berbagai bentuk bullying :
- kontak fisik secara langsung, kalo kata anak jaman now sih, maen body. Termasuk merusak barang milik korban
- bullying secara verbal, yaitu semua ujaran yang membuat korban merasa terintimidasi. Dan nyebarin gosip yang gak bener tentang korban termasuk di sini.

Nah lhoo awasss, kalau lagi ngumpul-ngumpul, ati-ati yee, syaiton kan pinter bener ya menggiring topik obrolan jadi gosip yang berdasarkan katanyah, katanyah, dan katanyaaaaaaah :p


- bullying secara non verbal, langsung maupun tidak langsung
- pelecehan seksual, baik secara verbal maupun perilaku agresi fisik
- cyber bullying, sehingga saat ini ada komentar yang cukup ngehits, “mahabenar netizen dengan segala komentarnya”.

Semua tindakan bullying, akan memberi dampak secara fisik maupun psikologis bagi korbannya,
yang dampaknya adalah penderitaan si korban bukan hanya saat terjadinya, tapi juga pada jangka panjang, yang bahkan dapat berujung pada kematian bila tidak segera ditangani.


Karena itu, peranan orang tua, guru, dan semua orang dewasa yang ada dalam satu lingkungan dengan anak-anak, sangant dibutuhkan dalam  membimbing anak-anak agar tidak menjadi korban bullying atau justru jadi pelaku bullying.

Kalau kata orang bule sih “it takes a village to raise a child”. Membesarkan satu orang anak aja butuh orang sekampung ya, apalagi anak-anak sekampung :)



Anak harus diyakinkan bahwa dirinya berharga dan spesial dengan caranya masing-masing, agar anak memiliki percaya diri yang kuat. Sekaligus anak juga harus terus dilatih dan diasah kepeduliannya, agar bisa berempati pada orang lain sehingga tidak menikmati perilaku menyakiti orang lain.

Di sini, pendidikan agama menjadi pegangan  yang terpenting. Dan peranan orang tua di rumah amat sangat dibutuhkan untuk menanamkan nilai-nilai agama tersebut sebagai pedoman hidup kepada anak-anaknya.

So, Bapak-bapak, Ibu-ibu.... seandainya nih, kita belum mampu membimbing anak-anak kita agar bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya, SETIDAKNYA, kita didik deh mereka agar tidak merugikan orang-orang disekitarnya, wokeh .. 


See you in another “story”
❤&☕ happyemak


#gambar-gambar diambil dari berbagai sumber di mbah gugel












Belum ada Komentar untuk "BULLYING DI SEKITAR KITA"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel