Menjenguk Guru Ngaji Kami, Ust. Adib

Menjenguk Guru Ngaji Kami, Ust. Adib

Alhamdulillah.

Hari ini Jumat, 16 Maret 2018 akhirnya bisa juga menjenguk guru kita Ustad Adib. Beliau menurut informasi terkena stroke ringan yang menyebabkannya harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor.

Baru pertama kali saya ke RSUD kota bogor. Dengan ditemani si kuning Kanzen (motor wasiat), perjalanan kesana dilakukan sore hari ba'da ashar. Lumayan macet ternyata, terutama dari mulai perumahan Bukit Cimanggu dan jalan sekitarnya

Saya ambil arah jalan Yasmin kemudian melewati Jalan Cilendek...Alhamdulillah sampai juga tepat jam 16:57, 3 menit sebelum jam besuk dibuka.
.
Seturunnya dari si Kanzen, saya mencoba bertanya ke petugas satpam letak ruang Dahlia 2 no.. 456 Ternyata di lantai 3. Bakalan lumayan juga jaraknya dari parkiran motor.

Sesuai arahan pak satpam,  langsung saya menuju TKP, Inget pak guru Anton..langsung saya sedikit ambil foto-foto lokasi rumah sakit untuk artikel di e-TABU 😊..

Di area dalam Rumah Sakut..lumayan asri juga, ternyata he he he, Untuk menuju ruang rawat saya haru naik lift ke lantai 3. kebetulan saat memasuki lift, ada satu rombongan lain yang ikut masuk.

Menjenguk Guru Ngaji Kami, Ust. Adib


Eh ..saat berada di dalam lift , ada suara yang bertanya "Bapak bade kamana (Bapak mau kemana??" Dengan spontan saya jawab "Bade ngalongok guru Ustad Adib". Weleh-weleh.. ketika asya perhatikan ternyata Bang Ending dkk. yg jualan sayur di komplek kit. Ia a juga hendak menjenguk Ustad Adib.



Sesampainya di lantai 3 kita langsung tanya bagian informasi untuk menanyakan ruangannya. Tidak susah ternyata.

Sesampainya di ruang rawat, Alhamdulillah langsung bisa bertemu dengan guru kita Ustad Adib. Senang rasanya bisa bertemu beliau dengan kondisi kelihatannya sudah lebih baik.

Belum sempat ngobrol banyak, tiba-tiba datang lagi beberapa rombongan lainnya. Ruangan menjadi agak penuh sesak.



Ujungnya  kitapun ndak bisa berlama-lama untuk memberikan waktu yang lain bertemu. Maklum Ustad Adib juga merupakan guru bagi banyak kelompok.

Langsung saja, saya pamit sambil menyampaikan titipan sumbangan dari warga Taman Bunga. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih serta salam untuk warga Taman Bunga,

Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk kesembuhan beliau &  diberikahi Rahmat serta Berkah Nya kepada kita semua.

Ketika hendak beranjak pulang, sebelum sempat keluar ruangan, ternyata rombongan lain mengajak pak Ustadz berselfie ria Tidak mau kalah, saya juga langsung berselfie ria berdua dengan guru kita Ustad Adib.

Alhamdulillah semua berjalan lancar dan eng..ing...eng..si kuning Kanzen siap mengantar pulang kembali.

Semoga Allah memberikan kesehatan kepada Ustad Adib...Aamiin ya Rabbal Aalamiin.

Catatan : ⁠Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, dan terdapat keutamaan yang agung, serta pahala yang sangat besar, dan merupakan salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya.

“Apabila seseorang menjenguk saudaranya  (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

(kisah dari Pak Bagus Wijanarko - Seksi Rohani Taman Bunga)

2 Komentar untuk "Menjenguk Guru Ngaji Kami, Ust. Adib"

  1. Semoga Pak Ustad Adib lekas sembuh dan diberikan kesabaran oleh Allah SWT.

    ohy... Pak bagus, disana Pak Anton di panggi dng sebutan " Pak Guru " yah... :)


    alur ceritanya bagus dan menarik pak, teruslah menulis.... :)

    BalasHapus
  2. He he he salam kenal kang nata,betul..Pak guru kita,
    Terima ksh baru belajar coba tulis kang

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel