Ber-JIHAD Setiap Minggu Malam di Taman Bunga

Ber-JIHAD Setiap Minggu Malam di Taman Bunga

JIHAD. Berjuang. Biasanya kerap diucapkan dengan tambahan "di Jalan Allah". Sebuah kata yang sebenarnya berat maknanya, meskipun banyak yang sepertinya enteng melafalkannya. Entahlah, apakah yang kami, bapak-bapak di Cluster Taman Bunga, lakukan setiap Minggu malam bisa dipadankan dengan kata itu.

Entahlah.

Yang kami lakukan hanyalah belajar membaca Al-Qur'an. Belajar bagaimana melafalkan huruf-huruf yang ada di dala Kitab Suci umat Islam itu sesuai dengan makhroj-nya agar tidak terjadi kesalahan dalam pengucapannya.

Ditambah dengan "sedikit" ceramah untuk menambah pengetahuan tentang bagaimana seharusnya seorang muslim itu.

Hanya itu saja.

Dibimbing oleh seorang ahli agama, Ustadz Adieb Moechtar, hanya itulah yang kami lakukan setiap ba'da Isya di Balai Warga Taman Bunga. Belajar bagaimana membaca ayat-ayat di dalam Al-Qur'an perlahan-lahan.

Hanya dua jam saja, mulai pukul 20.00-22.00.


Tidak ada sesuatu yang luar biasa yang dilakukan pada JIHAD di Taman Bunga. Tidak ada teriakan bahwa kami sedang "berjuang", digantikan dengan suara para bapak dengan serius mencoba membaca huruf demi huruf, tanda baca yang tertera di layar.

Kesalahan kerap terjadi. Selain karena mata yang sudah tidak lagi awas, tetapi juga daya ingat yang mungkin sudah berkurang untuk mengingat kapan harus membaca secara "jelas", "dengung", atau "dengung samar". Kapan sebuah huruf harus dibaca 6 harokat atau kapan harushanya 1 alif saja adalah kesalahan yang berulangkali terjadi.

Berat.

Kenyataannya memang berat.

Apalagi kalau ingat keesokan harinya, semua masih harus berangkat ke tempat kerja masing-masing pagi-pagi. Minggu malam seharusnya menjadi waktu beristirahat dan berkumpul dengan keluarga agar keesokan harinya bisa segar menuju tempat kerja.

Ber-JIHAD Setiap Minggu Malam di Taman Bunga

Memang tidak mudah sama sekali.

Meskipun demikian, itulah jalan yang kami pilih untuk terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik lagi keesokan harinya. Itulah jalan agar kami tidak terus tenggelam dalam keduniawian dan terus ingat bahwa jika tiba saatnya, kami pun akan menghadap-NYA untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan kami di dunia.

Setidaknya, satu kali seminggu, ada sesuatu yang bisa mencegah kami lupa terhadap "kepastian" yang akan hadir di masa depan setiap manusia.

Jadi, meskipun berat, kami akan berusaha tetap konsisten menjalaninya.


Apakah yang kami lakukan adalah JIHAD? Sepertinya tidak penting lagi apakah hal yang kami lakukan sesuai dengan makna dari kata ini. Hanya masalah sudut pandang saja dan setiap orang akan berbeda.

Yang terpenting bagi kami adalah terus dan terus berusaha memperbaiki diri, meskipun hanya sedikit setiap minggunya.

Jadi, kami tetap akan berusaha ber-JIHAD (NgaJI setiap aHAD /Minggu) setiap Minggu Malam.

Bukan demi siapapun, tetapi demi diri kami sendiri (dan keluarga tentunya).

5 Komentar untuk "Ber-JIHAD Setiap Minggu Malam di Taman Bunga"

  1. Yuk ah bapak2 lebih smangath..ayo yg blm sempet...pastikan dan niatkan mulai minggu depan kita ngJI aHAD nyooook..!

    BalasHapus
  2. klu ditempat saya JIHAD nya malam jum'at Pak.

    Pak RT nya seriuzz buangetzz... sedang baca " pengeluaran Kas RT yach,hehehe.... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di kuburan gitu jihadnya ya kang...

      Lagi ngaji namanya kalau nggak serius digetok..

      Met datang di Taman Bunga Kang Nata

      Hapus
  3. ya. Pak , kesini saya mencium bau bunga..... :)

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel